Pandeglang, Parttimenews.com — Perjalanan kami, tim media Garudasiber, menuju Mi Babunajah di Kampung Lasem, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, menjadi pengalaman lapangan yang penuh cerita. Senin 12 Januari 2026.
Hujan yang turun sejak siang perlahan mengubah suasana perjalanan hingga akhirnya kami harus berhenti total. Sudah sekitar enam jam kami terhalang banjir yang menutup akses jalan.
Genangan air menutupi badan jalan, membuat kendaraan tidak dapat melintas. Di dalam kendaraan, kami menunggu sambil memantau kondisi sekitar. Beberapa warga terlihat berjaga di pinggir jalan, sementara kendaraan lain memilih berhenti atau berbalik arah.
Menurut keterangan warga setempat, banjir terjadi akibat luapan Sungai Cimandahan dan Sungai Cirata. Ketika hujan turun dengan durasi lama, air dari kedua sungai tersebut melimpas ke jalan dan menyebabkan jalur menuju Lasem, termasuk ke Mi Babunajah, tergenang. Kondisi ini disebut warga sebagai kejadian yang hampir selalu terjadi setiap musim penghujan.
Dalam perjalanan ini, kami membawa beberapa buku tulis yang rencananya akan diberikan kepada para murid di Lasem sebagai bentuk perhatian dan penyemangat. Namun hingga laporan ini ditulis, buku-buku tulis tersebut masih berada di dalam kendaraan, menunggu perjalanan dapat dilanjutkan.
Tujuh jam tertahan di tengah banjir memberi kami waktu untuk menyaksikan aktivitas warga yang ikut terdampak. Perjalanan yang terhenti menjadi bagian dari keseharian masyarakat Lasem saat hujan deras datang—menunggu air surut agar aktivitas bisa kembali berjalan.
Hingga saat ini, kami, tim media Garudasiber, masih berada di lokasi dan belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Mi Babunajah. Kami menunggu kondisi memungkinkan, sembari mencatat pengalaman lapangan yang menjadi bagian dari kisah perjalanan kami hari ini.
Tim Redaksi



