Kontras Pembangunan Infrastruktur Banten: Betonisasi di Legok, Lumpur di Sobang

Bagikan Berita

Pandeglang, Banten. Parttimenews.com — Komitmen Gubernur Banten, Andra Soni, yang menegaskan perbaikan infrastruktur jalan dan bantuan bedah rumah sebagai prioritas pemerintah provinsi, sebagaimana disampaikan saat kunjungan ke Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami warga Kampung Lasem, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. (20/01/26).

Jika di Desa Palasari pemerintah provinsi berencana membangun jalan betonisasi sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera, maka di Kampung Lasem, warga masih harus berjibaku dengan jalan tanah rusak yang berlumpur saat hujan dan berdebu ketika kemarau. Kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti.

Padahal, akses jalan merupakan urat nadi aktivitas warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian. Anak-anak di Kampung Lasem harus melewati jalan rusak untuk bersekolah, sementara warga yang sakit kerap kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan akibat buruknya infrastruktur.

Tak hanya soal jalan, persoalan rumah tidak layak huni juga menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan. Saat Gubernur Banten melakukan bedah rumah bagi warga kurang mampu di Legok, sejumlah warga di Kampung Lasem masih tinggal di rumah rapuh dengan kondisi memprihatinkan, tanpa kepastian kapan akan tersentuh program serupa.

“Pernyataan Gubernur soal prioritas infrastruktur tentu memberi harapan, tapi faktanya di Kampung Lasem kami belum merasakan dampaknya,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap perhatian pemerintah provinsi tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan atau penyangga ibu kota, tetapi juga menyentuh daerah-daerah pinggiran seperti Kecamatan Sobang yang selama ini dinilai tertinggal dari sisi pembangunan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah program pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial telah berjalan merata di seluruh wilayah Banten, atau masih terjadi kesenjangan antara daerah utara dan selatan?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah kecamatan terkait rencana konkret penanganan jalan rusak dan rumah tidak layak huni di Kampung Lasem, Desa Sobang.

Komitmen pembangunan yang digaungkan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada seremoni kunjungan, melainkan diwujudkan secara adil dan merata, agar kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Banten, tanpa terkecuali.

 

Tim Redaksi 


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *