MIMIKA, Parttimenews.com – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Mimika resmi diperkenalkan dalam kegiatan peresmian di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (1/9/2026).
Kehadiran Kemenhaj Mimika menjadi langkah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam urusan haji dan umrah, mulai dari administrasi, pembinaan, pendampingan hingga kesiapan kesehatan jemaah.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Mimika, Haji Muhammad Hilal T., S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan keberadaan kantor tersebut bukan sekadar pembukaan fasilitas pemerintahan, tetapi menjadi bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat.
“Peresmian kantor Kementerian Haji dan Umrah tentu bukan hanya sekadar seremonial. Ini menandakan suatu komitmen yang kuat dan tanggung jawab besar dalam mengemban amanah,” ujarnya.
Menurut Hilal, pelayanan haji tidak berhenti pada pengurusan paspor dan dokumen keberangkatan. Calon jemaah juga membutuhkan pembinaan, pendampingan, kesiapan kesehatan serta persiapan spiritual sebelum menuju Tanah Suci.
“Mengurus haji itu bukan sekadar menyiapkan paspor. Mengurus haji bukan hanya sekadar menyiapkan dokumen. Di situ ada doa, ada begitu banyak air mata dan harapan umat untuk berkunjung dan bersujud kepada Tuhan di Tanah Suci,” katanya.
Hilal mengatakan Kemenhaj Mimika saat ini terus mempersiapkan pelayanan bagi calon jemaah yang masuk dalam data pemanggilan pemberangkatan.
Berdasarkan data yang dimiliki, terdapat sekitar 168 jemaah dalam daftar pemanggilan. Setelah penambahan lima orang, jumlah tersebut menjadi 173 jemaah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 130 jemaah telah menyampaikan kesiapan untuk berangkat. Kemenhaj Mimika kemudian melakukan berbagai persiapan, termasuk verifikasi data, koordinasi pembuatan paspor dan pemeriksaan kesehatan.
Hilal mengapresiasi dukungan pihak Imigrasi yang membantu memperlancar proses pembuatan paspor calon jemaah haji.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk memastikan kondisi kesehatan calon jemaah. Sejumlah fasilitas kesehatan yang terlibat antara lain Puskesmas Wania, Puskesmas Timika, dan Puskesmas Pasar Sentral.
“Karena kelayakan jemaah untuk berangkat juga sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan,” jelasnya.
Hilal berharap Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendukung keberadaan Kemenhaj, termasuk dalam penyediaan fasilitas dan pengembangan pelayanan ke depan.
“Kami berharap kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika, ke depan dapat mengharmonisasikan kepentingan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengapresiasi hadirnya Kantor Kemenhaj di Kabupaten Mimika. Ia menilai keberadaan lembaga tersebut bukan hanya tentang hadirnya sebuah gedung, tetapi bagian dari upaya negara mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya menyampaikan terima kasih, selamat, dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas hadirnya Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Kabupaten Mimika,” kata Emanuel.
Menurutnya, Kemenhaj Mimika diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi, pelayanan administrasi, pembinaan serta pendampingan sebelum dan setelah melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Ia menegaskan perjalanan menuju Tanah Suci membutuhkan kesiapan secara menyeluruh, baik administrasi, kesehatan, pembinaan maupun kesiapan lahir dan batin.
“Perjalanan menuju Tanah Suci membutuhkan kesiapan lahir dan batin, kesiapan administrasi, pembinaan, serta pendampingan yang baik,” ujarnya.
Karena itu, Emanuel meminta pelayanan Kemenhaj tidak hanya berfokus pada urusan administrasi, tetapi juga memastikan jemaah memperoleh pendampingan agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tertib hingga kembali ke daerah.
Ia juga mendorong penerapan pelayanan yang amanah, berintegritas, responsif, unggul dan ramah. Informasi mengenai prosedur, persyaratan, biaya, jadwal serta hak dan kewajiban jemaah, kata dia, perlu disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami.
“Kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari seberapa cepat suatu urusan dapat diselesaikan, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat merasa dihargai, dibantu, dilayani, dan mendapatkan kepastian,” katanya.
Emanuel berharap Kemenhaj Mimika memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, Imigrasi, pembimbing ibadah, penyelenggara perjalanan ibadah serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pelayanan jemaah berjalan baik sejak proses pendaftaran, administrasi, pembinaan dan pemeriksaan kesehatan hingga keberangkatan, pelaksanaan ibadah dan kepulangan.
Menurutnya, pelayanan yang terintegrasi akan memberikan kepastian sekaligus memudahkan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah.
Di tengah keberagaman masyarakat Mimika, Emanuel juga berharap pelayanan keagamaan dapat ikut memperkuat toleransi, persaudaraan dan kerukunan umat beragama.
Kehadiran kantor baru ini diharapkan membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi dan pendampingan terkait haji dan umrah tanpa harus mencari pelayanan di luar daerah.
Emanuel kemudian menyampaikan selamat bekerja kepada seluruh jajaran Kemenhaj Kabupaten Mimika. Ia berharap lembaga tersebut dapat menjalankan amanah dengan baik serta menghadirkan pelayanan yang mudah, transparan, aman dan memberikan kepastian bagi masyarakat.
Agus



