MIMIKA, Parttimenews.com — Solidaritas Mahasiswa/i Mimika Se-Indonesia menyerahkan surat pemberitahuan rencana aksi kepada Kapolres Timika sebagai bagian dari persiapan penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.
Penyerahan surat tersebut merupakan bentuk koordinasi dengan pihak kepolisian sekaligus komitmen mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, aman, dan bertanggung jawab.
Rencana aksi yang akan dipersiapkan mengangkat tema “USUT TUNTAS PELANGGARAN HAM DI SELURUH TANAH PAPUA.” Selain persoalan HAM, mahasiswa juga akan menyuarakan sejumlah persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat, seperti investasi dan perampasan lahan, militerisme dan kekerasan, konflik horizontal, ketimpangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, lingkungan hidup, perlindungan masyarakat adat, serta kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian publik.
Solidaritas Mahasiswa/i Mimika Se-Indonesia menilai berbagai persoalan tersebut tidak dapat hanya dibicarakan oleh kelompok tertentu. Dibutuhkan keterlibatan mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat dan masa depan Kabupaten Mimika.
AJAK MAHASISWA DAN MASYARAKAT MIMIKA
Melalui agenda konsolidasi dan rencana aksi tersebut, Solidaritas Mahasiswa/i Mimika Se-Indonesia mengajak seluruh mahasiswa, pemuda, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kabupaten Mimika untuk ikut mengambil bagian dalam ruang demokrasi.
Mahasiswa mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Aspirasi masyarakat, menurut mereka, perlu disampaikan secara terbuka melalui cara-cara yang damai dan bertanggung jawab.
Koordinator Umum Solidaritas Mahasiswa/i Mimika Se-Indonesia, Maximus R. Wamenareyau, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Papua.
“Ini bukan hanya persoalan mahasiswa. Apa yang terjadi hari ini menyangkut kehidupan masyarakat dan masa depan generasi berikutnya. Karena itu, mari kita berkonsolidasi dan menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Konsolidasi akan menjadi ruang untuk menyatukan pandangan, membahas persoalan yang akan diangkat, serta merumuskan tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi.
Solidaritas Mahasiswa/i Mimika Se-Indonesia berharap konsolidasi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal persoalan HAM, tanah adat, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, keamanan, serta masa depan rakyat Mimika dan Tanah Papua.
Mahasiswa juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga ketertiban dan mengedepankan dialog serta penyampaian pendapat secara damai.
Agus



